Join us in Telegram

SEO Organik vs SEO Inorganik

SEO Organik vs SEO Inorganik – Kali ini admin akan membahas Topik seputar Blogging. Bagi Anda seorang blogger apakah mengenal istilah SEO Organik dan SEO Inaorganik. Sedikit tidaknya saya rasa Anda perlu untuk memahaminya agar bisa mengetahui bagaimana popularitas suatu website / situs yang menerapkan teknik SEO Organik maupun Inorganik. Kemuadian Anda dapat mengambil langkah, teknik apa yang lebih baik Anda terapkan dalam optimasi sebuah blog.

Istilah SEO organik yakni teknik SEO yang ditunjukkan guna menjaring popularitas secara alamiah dalam artian konten / artikel dibuat untuk menarik minat pengguna Internet secara alamiah dan popularitas suatu brand bisa meningkat pesat karena ada ‘netizen‘ yang benar-benar tertarik dan menyukai kontennya. Meskipun demikian banyak cara instan yang juga diterapkan guna menuai popularitas, beberapa mengombinasikan teknik organik dan inrganik (non organik) yang menggunakan berbagai ‘trik‘ guna membuat pertumbuhan popularitas lebih cepat.

SEO (Search Engine Optimization) Organik

SEO Organik

SEO atau Search Engine Optimization merupakan suatu teknik yang digunakan untuk meningkatkan rating suatu brand pada rating mesin pencari. Sudah pasti brand yang di indeks mesin pencari pada halaman pertama pencarian memiliki visibilitas tinggi dan memiliki tingkat popularitas di internet. Banyak cara yang dilakukan untuk meningkatkan rating pada mesin pencari. Cara atau teknik tersebut dapat digolongkan ke dalam dua, yakni SEO organik dan SEO inorganik.

SEO Organik adalah suatu cara / metode dalam meningkatkan suatu rating pada indeks mesin pencari secara alamiah atau wajar. Membuat akun jejaring sosial, memposting pernyataan pada jejaring sosial, membangun jalinan pertemanan dengan para netizen, membuat lansiran informasi pada suatu portal, membuat artikel, dan membagikan video adalah contoh dari penerapan SEO Organik.

Hal lain yang termasuk ke dalam teknik organik misal membuat konten yang bagus menggunakan kata kunci atau keyword yang relevan, menggunakan media audio, video, gambar, dan teks yang proporsional, serta tukar-menukar backlink (memiliki link ke situs lain yang relevan). Mereka yang menggunakan teknik SEO Organik dalam berstrategi dinamakan sebagai White Hat SEO.

SEO (Search Engine Optimization) Inoganik

Black Hat SEO

SEO Inorganik berbeda dengan SEO Organik. Pada umumnya SEO Inorganik menggunakan cara instan untuk meningkatkan visibilitas. Hal ini secara efektif dapat meningkatkan rating dalam jangka pendek tetapi tidak selamanya popularitas dapat tetap dipertahankan. Umumnya jika teknik ini tidak terus-menerus digunakan maka popularitas akan merosot secara dramatis. Contoh teknik SEO non-organik misalnya memasang iklan semisal PPC (Pay Per Click) atau menyewa jasa pihak ketiga untuk melambungkan popularitas, termasuk membeli sejumlah followers pada sosial media.

Pada dasarnya penggunaan SEO Inorganik umumnya mahal dan popularitas atau impresi tidak akan berlangsung lama. Teknik SEO non-organik tidak selalu buruk, bahkan dalam kasus tertentu justru efektif untuk memunculkan popularitas di tengah persaingan di internet. Meskipun demikian, teknik SEO non-organik ada mencakup pula cara / trik yang tidak alamiah, beberapa mungkin dikategorikan cara curang. Mereka yang menggunakan cara curang demikian dikategorikan sebagai Black Hat SEO.

Para Black Hat SEO menargetkan pertumbuhan popularitas semata-mata agar teridentifikasi di dunia maya dan populer pada mesin pencari. Fokus mereka bukan meningkatkan rating yang sebenarnya berdasarkan sudut pandang pengguna Internet. Contoh lain dampak dari aksi yang dilakukan Black Hat SEO mungkin pernah Anda alami sewaktu menggunakan pencarian konten, di mana pencarian mesin pencari menyajikan deretan link di halaman hasil pencarian, dari sederetan link pencarian salah satunya justru tampil artikel yang tidak ada hubungannya dengan konten yang Anda inginkan. Ini adalah hasil trik Black Hat SEO.

Dalam hal ini Black Hat SEO, banyak menyisipkan kata kunci atau keyword yang tidak relevan dengan artikel yang dibuatnya, serta menyembunyikan Meta Tag sehingga tidak terlihat oleh pengguna Internet. Teknik seperti ini terbilang curang dan mesin pencari bisa melakukan pemblokiran terhadap portal demikian. Lebih lanjut SEO Inorganik adalah hasil layanan iklan berbayar ditandai dengan kata iklan dan menempati halaman pertama dari hasil mesin pencari Google, sementara itu SEO Organik umumnya adalah konten yang relevan dengan kata kunci dan memenuhi kriteria kelayakan secara alamiah.

Jadi bagaimana menurut Anda SEO Organik vs SEO Inorganik. Teknik mana yang akan Anda terapkan untuk blog? Pasti Anda sudah tahu jawabannya kan. Yaps, admin menyarankan Anda untuk menggunakan Teknik SEO Organik saja, walaupun membutuhkan waktu yang lama karena berproses, tapi yakinlah semua akan indah pada waktunya, asalkan Anda konsisten berbagi konten yang kaya manfaat, dibutuhkan banyak orang, saya jamin halaman pertama Google Search Engine menanti Anda.

Bagikan:

Leave a Comment