Rani Rahmawati Selebgram Pemeran Video Viral Kuda Poni

Rani Rahmawati Selebgram Pemeran Video Viral Kuda Poni

caileak.com – Rani Rahmawati Selebgram Pemeran Video Viral Kuda Poni – Nama Rani Rahmavati kembali menjadi perbincangan di kalangan pengguna media sosial. Lalu siapakah Rani Rahmavati? Rani Rahmavati adalah orang cantik bernama Poni.

Namanya dikenal dengan gaya hidup mangga dan asesorisnya. Usulan Tatoo sempat membuat heboh pengguna media sosial seperti TikTok, Twitter, Instagram, Telegram, dan YouTube.

Semua kehebohan berkaitan dengan video viral Bonnie Gore yang tinggal di Mango. Wujud Rani Ramavati memang berbeda.

Kuda poni populer bernama Rani Rahmavati menarik perhatian saat tampil di Mango Live. Karena kamu memiliki keberanian untuk membuka hatimu.

Kali ini netizen ingin mengetahui profil terkenal Ranee Ramawati yang memposting video poni viral bersamaan dengan tanggal live streaming aplikasi Mango. Berikut profil seleb yang membintangi video kuda poni viral yang menghebohkan media sosial itu:

  • Nama Asli: Rani Rahmawati
  • Nama Panggung: Kuda Poni
  • Alamat: Cianjur, Jawa Barat
  • Jumlah Followers: 32 juta followers
  • Usia saat itu: 32 tahun
  • Domisili: 4 tahun di Bali
  • Pekerjaan: Pemandu Karaoke
  • Penghasilan dari Mango Live: Rp 30 – 50 juta sebulan

Polisi Tangkap Selebgram Kuda Poni

Seekor kuda poni populer bernama Rani Rahmavati dikabarkan ditangkap polisi setelah menonton konten video yang memperlihatkan perilaku cabul dan agresif.

Barang bukti yang dihimpun polisi antara lain tiga kartu ATM, kursi judi, ring banteng, sex toys seperti boneka, baby oil, dan piyama. Besar keuntungannya sekitar Rp 30 juta per bulan.

Sekali dalam hidup Anda, Anda bisa mendapatkan Rs. Hasilkan 1,5 juta.” Dalam putusan sidang video Ponivirus pada Kamis, 3 Februari 2022, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar memvonis para terdakwa.

Bahkan, ia melakukan tindak pidana dengan sengaja mengirimkan dan mengirimkan dokumen elektronik yang melanggar kesusilaan publik.

Apa yang dilakukan terdakwa dipahami oleh Pasal 45(1) atau Pasal 27(1) Undang-Undang. Diubah dengan UU No 19 Tahun 2016. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Perdagangan Elektronik. Hakim saat itu mengatakan, “Terdakwa divonis 10 bulan penjara, denda 10 juta rupiah, dan 1 bulan penjara.