10 Jebakan Harmonic Pattern yang Perlu Diwaspadai

10 Jebakan Harmonic Pattern yang Perlu Diwaspadai

caileak.com – 10 Jebakan Harmonic Pattern yang Perlu Diwaspadai – Meskipun pola harmonik bagus dalam mendeteksi sinyal pembalikan, sebenarnya itu adalah masalah yang perlu diperhatikan oleh pedagang. Apa itu? Ada beberapa jenis pola kandil yang biasa digunakan trader untuk menganalisis grafik. Salah satu pola harmonik paling populer.

Jika dicermati lebih detail, pola harmonik ini membentuk pola geometris dengan nilai tertentu yang dapat diukur dengan menggunakan alat bantu seperti Fibonacci retracements.

Pola geometris ini disebut pola harmonik. Pola harmonik biasanya dinamai binatang seperti kupu-kupu, kepiting dan kelelawar.

Pola harmonik sering digunakan oleh pedagang sebagai alat untuk mengidentifikasi perubahan arah pada level kunci yang disebut Zona Pembalikan Potensial, atau PRZ. Oleh karena itu, memahami pola ini sangat berguna bagi trader untuk memprediksi kemungkinan pembalikan pada level harga tertentu.

Padahal, pola harmonik memiliki banyak kombinasi yang sangat berbeda. Kaki-kaki yang membentuk pola yang harmonis memiliki rasio Fibonacci yang hampir mirip satu sama lain. Trader dapat lebih mudah mengingat rasio Fibonacci saat hanya ada satu atau dua pola harmonik.

Namun saat ini, ada lebih dari setengah lusin pola harmonik yang dikenal, mulai dari kelelawar, kupu-kupu, garter, AB=CD, dan lain-lain. Bagi trader pemula, melacak rasio Fibonacci dan membentuk terlalu banyak pola harmonik bisa sangat membingungkan.

Oleh karena itu, semakin sulit bagi para trader untuk mempelajari, mengingat, dan mengidentifikasi pola-pola ini tanpa menggunakan perangkat lunak atau indikator khusus.

Sinyal Berlawanan

Perangkap pola harmonik berikutnya adalah menghasilkan sinyal perdagangan arah berlawanan

. Ini adalah kendala umum yang ditemui pemula saat mempelajari pola ini.

Pola harmonik yang terbentuk selama beberapa kerangka waktu dapat memberikan sinyal yang berlawanan.

Tentu saja hal ini akan sangat membingungkan terutama bagi para pemula.

Misalnya, grafik USD/JPY di bawah ini menunjukkan pola harmonik bearish pada timeframe 15 menit (M15). Sebaliknya, pola harmonik bullish terbentuk pada kerangka waktu 30 menit (M30).

Potensi Stop Loss Sangat Besar

Peran stop loss sangat penting dalam trading forex untuk mengurangi kerugian besar saat harga menyimpang dari skenario trading.

Karena pola ini berfokus untuk menemukan pembalikan harga, ada kalanya pembalikan tidak terjadi dan harga benar-benar menyentuh area stop loss.

Solusinya adalah memahami bagaimana pola harmonik bekerja sehingga sinyal palsu dapat diminimalkan dengan baik. Selain itu, Anda juga perlu mengetahui level terbaik untuk menempatkan stop loss. Idealnya, stop loss yang Anda tetapkan tidak boleh terlalu ketat atau terlalu longgar.

Tentu saja stop loss yang lebih ketat dapat dengan mudah disentuh saat harga berkonsolidasi di level entry. Di sisi lain, stop-loss yang sangat luas memerlukan sedikit risiko/pengembalian.

Memprediksi ekstensi kaki pada pola tertentu

Pola harmonik umumnya diyakini memiliki aturan perdagangan tertentu, tetapi tidak demikian halnya dengan pola tertentu.

Beberapa model harmonika dapat memiliki ekstensi pada kaki yang membentuk pola.

Misalnya, dalam pola AB=CD, panjang kaki CD bisa 1,27 atau 1,618 dari panjang kaki AB.

Oleh karena itu, trader yang menggunakan pola ini harus mengantisipasi jumlah spread yang akan terbentuk dari pola tersebut.

Kerangka Waktu

Konsep perdagangan pola harmonik berfokus pada rasio Fibonacci antara pergerakan harga. Trading tidak menggunakan konsep bahwa tidak ada aturan baku mengenai timeframe yang terjadi. Tidak diketahui berapa lama pola harmonik terbentuk.

Ini menciptakan kebingungan dan membutuhkan pengujian lebih lanjut untuk memahami detailnya. Selain itu, pola harmonik tidak cocok digunakan dengan periode pendek seperti H1 dan M15.

Murni Teknis

Premis dasar yang digunakan sebagian besar trader teknis adalah memprediksi harga di masa depan dengan menganalisis pergerakan di masa lalu.

Konsep ini dikenal dengan pengulangan sejarah atau pengulangan peristiwa masa lalu. Serupa dengan pengguna pola harmonik ini, trader menganalisis pola yang muncul sebagai tolok ukur.

Cara ini tidak sepenuhnya salah. Namun, pola harmonik gagal secara otomatis saat fundamental suatu aset atau instrumen berubah.

Pola Bisa Berubah

Tidak ada jaminan bahwa pola harmonik akan terbentuk seperti yang diharapkan. Misalnya, satu kaki mungkin diregangkan dan pola harmonik tidak lagi berfungsi. Selain itu, polanya juga bisa diubah menjadi pola baru.

Harapkan pola Gartley untuk berkembang dan mulai terbentuk pada grafik harga. Untuk pola Gartley yang lengkap, kaki AB harus cocok dengan kaki CD.

Namun, kemiringan CD mungkin tidak sama dengan kemiringan AB. Ayunan tinggi terakhir adalah di titik X.

Zona pembalikan potensial (prz)

Titik pembalikan PRZ atau pola harmonik biasanya terdiri dari beberapa rasio Fibonacci, masalahnya adalah level yang ditunjukkan oleh rasio Fibonacci ini bisa lebih dari 50 poin lebarnya.

Grafis Terlalu Ramai

Untuk beberapa trader, layar grafik bisa berantakan atau penuh dengan coretan. Bagi trader yang tidak ingin grafik analisis terlihat sibuk, pola harmonik mungkin tidak disarankan. Sebagai contoh, Anda dapat melihat gambar di bawah ini.

Banyak Pola Baru Muncul

Faktor selanjutnya yang perlu dipertimbangkan adalah model harmonik terus berubah. Akibatnya, banyak spesies baru mulai bermunculan. Awalnya, pola harmonik terdiri dari 4 varian:

Gartley, Butterfly, Crab, dan Bat. Namun, saat ini setidaknya ada setengah lusin jenis dengan variasi yang berbeda.